Interpersonal Skills

 Interpersonal Skills

Pengertian Interpersonal Skills

Argyle (1984) mendefinisikan orang yang kompeten secara sosial sebagai orang yang memiliki keterampilan yang diperlukan untuk menghasilkan efek yang diinginkan pada orang lain dalam situasi sosial. Keterampilan interpersonal skill juga disebut sebagai keterampilan seseorang atau soft skill yang ada hubungan nya dengan cara kita berinteraksi dengan orang lain. Istilah lain seperti interpersonal skill seperti keterampilan interaktif, keterampilan seseorang, keterampilan tatap muka, keterampilan sosial dan kompetensi sosial.

Keterampilan interpersonal ini pada intinya adalah perilaku dan mencakup kompetensi berikut :

  1. Keterampilan komunikasi
  2. Mampu menciptakan hubungan baik dengan orang lain
  3. Resolusi konflik yang efektif
  4. Keterampilan negosiasi 
  5. Manajemen stres pribadi
  6. Keterampilan persuasi
  7. Keterampilan membangun tim
  8. Pemikiran strategis
  9. Pemecahan masalah secara kreatif

Pentingnya Keterampilan Interpersonal

Mangham (1986) berpendapat bahwa kesuksesan seseorang sebagai manajer bergantung pada kemampuan untuk melakukan mandiri dalam kompleksitas organisasi sebagai pemain yang halus, berwawasan dan tajam. Ia melanjutkan dengan menyarankan bahwa manajer yang sukses tampaknya memiliki kemampuan alami atau sangat berkembang untuk membaca perilaku aktual dan potensial orang lain disekitar mereka untuk membangun perilaku mereka sendiri.

Pendekatan Studi Interaksi Interpersonal

  1. Pendekatan Behavior : Deustch adalah salah satu orang pertama yang mengembangkan sistem untuk mengkategorikan fungsi peran. Dia berpendapat bahwa anggota kelompok yang efektif harus menjalankan dua jenis fungsi yaitu perduli dengan menyelesaikan tugas dan yang lainnya dengan memperkuat dan memelihara kelompok. Bales menyajikan pendekatannya terhadap analisis proses interaksi baik sebagai prosedur untuk merekam interaksi dan sebagai dasar untuk menilai cara karakteristik dimana individu yang berbeda berpartisipasi dalam interaksi sosial, misalnya pendekatan mereka untuk pemecahan masalah.
  2. Pendekatan Kognitif : untuk mempelajari interaksi sosial dengan sangat menekankan pada kognisis sebagai panduan perilaku

Sifat Hierarki dari Keterampilan Interpersonal

Tingkat paling bawah adalah komponen utama (primary components). Inilah yang sebenarnya kita katakan dan lakukan, perilaku verbal dan non verbal kita. Orang yang memiliki keterampilan interpersonal adalah mereka yang pada tingkat ini memiliki berbagai macam komponen verbal yang dapat mereka gunakan dan mampu memilih yang paling sesuai dengan situasi dan tujuan yang dihadapi.

Tingkat tengah adalah struktur (structure). Ini berkaitan dengan cara kita mengurutkan komponen utama dari perilaku. Pada tingkat ini orang yang memiliki keterampilan interpersonal adalah mereka yang dapat mengatur dan mengintegrasikan komponen utama ke dalam rangkaian tujuan yang mengarahkan interaksi ke arah tujuan mereka.

Tingkat tertinggi dalam hierarki Wright dan Taylor adalah pendekatan keseluruhan (overall approach) atau yang disebut Honey (1988) sebagai gaya. Pada tingkat gaya atau pendekatan keseluruhan, orang yang memiliki keterampilan interpersonal adalah mereka yang mampu mengembangkan pendekatan terhadap interaksi yang sejalan dengan tujuan mereka dan dengan kemungkinan reaksi orang lain yang terlibat.

Pendekatan Keterampilan Mikro untuk Mengembangkan Kompetensi Interpersonal

  1. Aksen (accenting) : istilah yang digunakan untuk menggambarkan pernyataan ulang satu atau dua kata yang memusatkan perhatian pada apa yang baru saja dikatakan seseorang, adalah salah satu dari beberapa perilaku yang dapat dikelompokkan bersama
  2. Keterampilan Mengikuti (following skills) : adalah perilaku yang membantu satu orang mendorong orang lain untuk berbicara dan membantu orang pertama berkonsentrasi pada apa yang pembicara katakan
  3. Keterampilan Mendengarkan (listening skills) : yang melibatkan pencarian aktif untuk pemahaman yang lengkap dan akurat tentang makna pesan orang lain
  4. Membantu dan bernegosiasi (helping and negotiation) : adalah contoh keterampilan tingkat yang lebih tinggi. Gaya membantu atau bernegosiasi seseorang akan tercermin dalam cara berbagai keterampilan mikro ini diurutkan dan disusun

Contoh Kasus :

Contoh kasus diambil dari artikel CNBC Indonesia yang berjudul "Biadabnya Corona, 2 Juta Pekerja RI dirumahkan dan Kena PHK"

Fenomena :

Penyebaran virus corona Covid - 19 telah menciptakan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia. Kementrian Ketenagakerjaan (kemenaker) mencatat sudah ada 100 ribu lebih perusahaan yang terdampak pandemi corona atau covid - 19. Mereka harus mem PHK dan merumahkan hampir 2 juta pekerja. Data per tanggal 16 April 2020, jumlah perusahaan dari sektor formal yang merumahkan dan mem PHK mencapai 83.546 perusahaan. Sementara dari sektor informal yang terdampak mencapai 30.794 perusahaan. Sehingga totalnya mencapai 114.340 perusahaan. Besarnya angka perusahaan yang terdampak tentu akan merembet terhadap besarnya angka pekerja. Dari sektor formal jumlahnya yang di PHK dan rumahkan mencapai 1.500.156 pekerja. Rinciannya yang terkena PHK sebanyak 229.789 orang dan yang dirumahkan sebanyak 1.270.367 orang. Sementara dari non formal mencapai 443. 769 orang, sehingga pekerja yang terdampak dirumahkan dan PHK menurut catatan Kemenaker saja sudah 1.943.916 pekerja. Angka ini belum termasuk catatan BP Jamsostek dan kementrian lain. 

Menaker Ida Fauziayh ikut bereaksi atas angka tersebut. Ia menyebutkan pekerja yang dirumahkan memiliki persentase lebih besar dibanding yang terkena PHK. Jumlah tersebut berpotensi bertambah dari waktu ke waktu. Ia memberikan imabuan kepada perusahaan yang menaungi para pekerja " saya berharap PHK benar - benar sebagai jalan terakhir sepanjang masih bisa mempekerjakan mereka. (Misal) dengan mengurangi shift, kurangi jam kerja, sebagian bekerja dan sebagian tidak bekerja. Menurut saya menjadi pilihan," kata Ida, seperti dikutip Minggu (19/2/2020). Seolah - olah menjadi jawaban dari persoalan PHK, pemerintah mengeluarkan program kartu pekerja. Ida menjelaskan, semula program kartu prakerja ditujukan untuk memberikan pelatihan vokasi untuk tingkatkan kompetensi, tapi karena ada COVID - 19, maka disitu ada social safety net yang juga diberikan bagi pekerja. "Skema diubah, kalau awalnya lebih besar untuk pelatihan, sekarang skema nya diubah, lebih besar untuk insentif social safety net. Insentif diberikan selama 4 bulan, setiap bulan Rp 600 ribu, disamping pelatihan dengan nilai total Rp 1 juta" kata Ida.

Analisis

EQ : dengan menaker Ida Fauziayh mengeluarkan kartu prakerja yang ditujukan untuk membantu korban yang terkena imbas PHK oleh perusahaan, karena menaker tersebut mereka iba terhadap korban yang terkena PHK. 

AQ : karena menaker mengeluarkan kartu prakerja tersebut akhirnya bisa sedikit membantu untuk perekonomian para pekerja yang sebelumnya tidak ada penghasilan lagi menjadi ada pemasukan kembali.

Interpersonal Skill : karena dengan adanya gelombang PHK yang besar - besaran saat pandemi virus covid - 19 ini, maka pihak menaker mengeluarkan kartu prakerja. Yang sebelumnya kartu prakerja digunakan untuk memberikan pelatihan vokasi untuk tingkatkan kompetensi, tapi karena ada covid - 19, maka disitu ada social safety net yang juga diberikan bagi pekerja, yang akan diberikan selma 4 bulan.



Referensi :

Contreras, M. (2013). Interpersonal Skills for Entrepreneurs. bookboon.com 

Hayes, J. (2002). Interpersonal Skills at Work. Routledge 

Roy. (2020). Biadabnya Corona, 2 Juta Pekerja RI dirumahkan dan Kena PHK. CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/market/20200419085827-17-152923/biadabnya-corona-2-juta-pekerja-ri-dirumahkan-dan-kena-phk



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teori Engagement dan Self Determination

Resume Kuliah Dosen Tamu

Spiritual Quotient (SQ), Emotional Quotient (EQ), Creativity Quotient (CQ), Adversity Quotient (AQ)