PsyCap dan Contoh Kasus
PsyCap dan Contoh Kasus
Apa itu PsyCap?
PsyCap adalah keadaan
perkembangan psikologis positif individu yang dicirikan oleh: (1) memiliki
kepercayaan diri (self-efficacy) untuk menerima dan menerapkan upaya yang
diperlukan untuk berhasil dalam tugas yang menantang; (2) membuat atribusi
positif (optimisme) tentang sukses pada saat ini dan di masa depan; (3) gigih
menuju tujuan dan bila perlu mengarahkan jalan menuju tujuan (harapan) agar
berhasil; dan (4) ketika dilanda masalah dan kesulitan, dapat menopang dan
bangkit kembali, bahkan melampaui (ketahanan) untuk mencapai kesuksesan. PsyCap
adalah konstruksi positif tingkat tinggi yang terdiri dari konstruksi empat
segi yaitu self-efficacy / confidence, optimism, hope, and resiliency. PsyCap
ini terbuka untuk pengembangan yang di usulkan agar dapat melanjutkan
perspektif dalam menghadapi tantangan hari ini dan esok hari.
Contoh Kasus :
Mengembangkan sebuah usaha tentu bukan perkara yang mudah.
Untuk bisa berkompetisi dengan pesaing-pesaing di bidang usaha yang relatif
sama serta dapat bertahan diperlukan banyak sekali modal-modal pada wirausaha.
Selama ini, modal sering dikaitkan dengan modal secara ekonomi saja, seperti
modal berupa uang untuk memulai sebuah usaha. Uang dianggap sebagai
satu-satunya penentu keberhasilan sebuah usaha. Padahal ada modal lain yang tak
kalah penting selain modal ekonomi yang dapat menunjang keberhasilan seorang
wirausahawan, yaitu psychological capital dari individu yang menjalankan usaha
tersebut. Mengikuti teori dari PsyCap bahwa seorang wirausahawan harus memiliki
rasa kepercayaan diri yang tinggi untuk bisa meraih tujuan yang diinginkan
(Efficacy). Wirausahawan yang berhasil akan memiliki visi dan misi yang jelas
kedepannya mengenai usaha yang dijalankannya (Hope). Ia juga harus memiliki
keyakinan dan berani untuk mengambil resiko-resiko yang akan dihadapinya saat
ia membangun dan menjalankan sebuah usaha (Optimism). Ketika usahanya
dihadapkan pada sebuah permasalahan, seorang wirausahawan yang berhasil akan
segera bangkit tanpa rasa putus asa dalam dirinya (Resiliency). Maka
dilakukanlah wawancara dengan 3 wirausahawan untuk mencari peran religiusitas
pada wirausahawan yang sukses.
Analisis menggunakan teori PsyCap :
Saat dilakukan wawancara didapatkan hasil bahwa pada hal efficacy bahwa
para wirausahawan muda memiliki gambaran mental (symbolizing) mengenai profesi
wirausaha yang positif, profesi wirausaha sangat menjanjikan dan sesuai dengan
passion mereka masing-masing, dan menanamkan dalam pikiran mereka bahwa yang
penting untuk meraih kesuksesan adalah melalui usaha yang keras, tanpa usaha
yang keras tidak akan mendapatkan hasil yang diinginkan. Efikasi diri muncul
pada diri wirausahawan usia dewasa awal yang sukses. Peran dari orang-orang
yang dianggap sukses dan menarik perhatian dapat membangun kognisi wirausahawan
tersebut sehingga membentuk gambaran mental (observational) tersendiri pada
diri individu hingga dapat memunculkan efikasi diri dalam diri wirausahawan
muda.
Lalu pada hal hope didapatkan bahwa dimensi harapan muncul pada diri wirausahawan muda. Masing-masing subjek memiliki tujuan (goals), membuat alternatif rencana-rencana yang mengarahkan pada tujuan (pathway thinking), dan memiliki motivasi serta energi tersendiri untuk meraih tujuan (agency). Pada hal optimism didapatkan bahwa para wirausahawan berani menetapkan mimpi mereka masing – masing dan untuk mencapai mimpi mereka didapatkan dengan cara memberikan usaha – usaha walaupun dari hal yang kecil. Pada hal resiliency didapatkan hasil bahwa ketika dihadapkan pada sebuah permasalahan, mereka dapat menerima kenyataan bahwa sedang dihadapkan pada sebuah masalah dan adanya masalah ini juga tidak membuat mereka untuk berlarut – larut dalam kesedihan. Yang pada akhirnya mereka akan mencari solusi walaupun dengan cara nya masing – masing.
Kesimpulan :
Disimpulkan bahwa adanya aspek religiositas dan dukungan sosial ternyata berperan dalam munculnya psychological capital pada wirausahawan usia dewasa awal yang sukses. Aspek religiositas dan dukungan sosial mampu memunculkan resiliensi yang pada akhirnya akan berpengaruh pada meningkatnya optimisme, harapan, dan juga efikasi diri pada diri individu.
Komentar
Posting Komentar